Oleh Ustadz Hilmi Aminuddin
Kun kitaaban mufiidan bila ‘unwaanan, wa laa takun ‘unwaanan bila kitaaban. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama
menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan
kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak
menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini
telah kehilangan ruuhul jundiyah, yakni jiwa ksatria. Jundiyah
adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa ksatria
sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan
kemerdekaan.